Kamis, 20 September 2012

Kerugian TIK

Diposkan oleh Desvira Afh di 22.12

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi ibarat sebuah pisau yang dapat digunakan sesuai keinginan, pisau layaknya dapat berfungsi untuk memoting sayur, buah, roti, daging dan lainnya, juga pisau dapat digunakan untuk menganiaya dan membunuh seseorang. Begitu pula dalam penggunaan teknologi infomasi dan komunikasi dapat memberikan manfaat bagi seseorang atau masyarakat dengan kemudahan-kemudahan hidup yang dinikmat tetapi juga dapat membawa pada kehancuran hidup.

Televisi misalnya, teknologi audio-visual ini hampir semua keluarga memelikinya. Dengan menonton acara berita pada televisi, seserang dapat dengan mudah menerima informasi dengan cepat baik secara lokal, nasional maupun internasional, kita dapat menyaksikan peristiwa yang ada diberbagai negara tanpa harus pergi ke negara tersebut, Dan hal ini menjadikan menambah wawasan pengetahuan. Selain hal tersebut, televisi juga dapat membawa pengaruh yang tidak baik bagi seseorang atau masyarakat dengan menyaksikan acara-acara atau tayang-tayangan yang tidak baik untuk ditonton atau dilihat khususnya bagi anak-anak, seperti senetron-senetron yang menyajikan adeagan kekekarasan sehingga membuat orang untuk melakukannnya kekearasan pula dan hal ini dapat kita buktikan banayaknya kekerasan yang terjadi dikalangan remaja atau pelajar seperti tawuran antar pelajar, perkelahian antar kelompok dan lainnya.

Selain televisi, teknologi informasi dan komunikasi yang lain dan telah memasayarakat baik tingkat bawah maupun menenagah dan atas adalah Handphone (HP), hampir semua orang juga memeliki teknologi ini dan biasanya digunakan untuk memperlanacar komunikasi untuk jarak dan waktu yang jauh dan cepat, seseorang dapat berkomunikasi dimanapun dia berada sekalipun berada disebarang lautan atau benua, sehingga dengan alat ini tidak ada lagi dinding pemisah duniapun terasa sempit berkat teknologi ini. Namun handphone dapat juga membawa pengaruh yang tidak baik, seseorang dapat melihat adegan-adegan porno yang disebarkan dan diterima sehingga hal ini mempengaruhi jiwa bagi seesoarang yang seharusnya belum layak melihatnya tapi telah diterima dan disaksikan mereka dan pada akhirnya ditiru oleh mereka.

Dari keterangan tersebut diatas, merupakan sebagian kecil contoh yang dihasilkan dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang dihasilkan umat manusia dengan dampak yang dibawanya. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tidak dapat dihindarkan dalam penggunaanya karena situasi masyarakat sekarang meharuskan untuk menerima dan menggunakannya jika kita tidak ingin tertinggal dan tertindas atas kemajuan tersebut.

Persoalan dampak dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi ini bagi seseorang atau masyarakat merupakan proses alamiah sebagaimana persoalan damapak positif dan negatif dari suatu alat apapun yang diungkapkan Alex Leo Z menguraikan : ”Saya kira semua langkah itu ada positif dan negatifnya, tidak bisa negatif semua atau positif semua. Tetapi harus kita bedakan, harus bisa kita filter mana yang positif dan negatif bagi kita. Kita harus membuat daya tahan dan daya ketahanan nasional. Hanya itu satu-satunya cara. Pada akhirnya tidak ada jalan kecuali memperkuat diri masing-masing”.

Dengan demikian permasalahan dampak positif dan negatif dari penggunaaan teknologi informasi dan komunikasi terutama dampak negatifnya tergantung bagaiamana kita mampu memfilter dan merubahnya menjadi kelebihan yang sangat bermanfaat bagi kita untuk kesejahteraan hidup. Tentunya tergantung dari ketahannan diri kita untuk menyaringnya. Salah satu ketahanan diri yang harus dimiliki adalah ketahannan agama yang menajdi dasar kita dalam menyaring damapak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Peranan pendidikan agama menjadi sangat strategis untuk mengantisipasi persoalan dampak negatif dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.


sumber:http://up-ardita-9d.blogspot.com/2011/02/materi-kelas-7-kerugian-tik.html

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Tugas Akhir TIK Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos